Pagi yang begitu
cerah,
ku buka jendela
kamarku dan ku lihat sang suriya tersenyum di pagi hari
membuat diri ini
senang melihatnya,
burung-burung berkicau dan bernyanyi,
mereka terbang dan
meniggalkan sarangnya dengan senang hati
untuk mencari rizki
dimuka bumi
mereka berharap
akan mendapatkan rezki yang banyak dari hari sebelumnya.
Dipagi itu pula hapeku
berdering bertanda panggilan masuk dihapeku,,
kuangkat hapeku dan
kulihat dilayar hape ifah yang menelpon,
dia menceritakan
padaku tentang rencananya
untuk pulang
konsultasi skripsi di KOTA pada Masa KKN belum selesai
tapi sebelum itu
dia minta izin sama mama’nya
tapi mamanya tidak
mengizinkanya untuk pulang
karena alasan
mama’nya takut anaknya terjadi sesuatu ketika bersama diriku,
karna mamanya sudah
tahu bahwa saya tinggal berdekatan dengan kampus
tapi dia tetap
pulang walaupun iy harus berbohong tidak jadi pulang pada mamanya
dia bercerita
sambil menangis atas semua itu.
Pada saat saat itu
diriku hanya bisa menyuruhnya untuk berhenti menangis
Dan saya berkata
“sudahlah dek hapuslah air matamu, k2 tahu, bahwa arangtuamu
Tidak senang ketika
saya hadir ditengah mereka dan hidup bersamamu,
dan turutilah
kehendak orangtuamu, itu semua demi kebaikan orangtua dan dirimu,
orangtuamu
beranggapan saya tidak punya penghasilan yang mencukupi kebutuhanmu,
dan membuat kamu
bahagia, karna diriku sadar bahwa diriku masih berstatus mahasiswa
untuk mencukupi
kebutuhanku sendiri aku harus berhutang di warung kecil
sambil menunggu
kiriman dari kampung yang belum pasti kapan itu akan tiba
saya sudah bilang
dari awal bahwa saya hanyalah anak seorang petani,
yang serba
kekurangan, tapi kamu tidak peduli dengan semua itu
Dan saya sempat
membawa kamu ditempat kediamanku,
di sebuah rumah KOS
yang bertempat dipinggir KOTA MAKASSAR agar engkau tahu
bagaimana kondisi
tempat tinggalku saat ini yang berukuran PAS FOTO
yang didalamnya
dihinggapi dengan beberapa kecuak, ya…sungguh memprihatinkan
berbeda dengan kamu
yang warga asli pribumi yang memiliki kehidupan yang berkecukupan
kiriman yang sudah
pasti dan terukur dengan kebutuhan setiap bulan
tapi kamu tetap
mencintai diriku, dan beginilah akhirnya
dan apa yang kutakutkan
terhadap orangtuamu tidak akan setuju dengan hubungan ini
ternyata terjadi
pada diriku saat ini, tapi kenapa semua ini harus terjadi
ketika sayap
cintaku terhempang dan ingin terbang membumbung tinggi diangkasa,
sayap yang selama
ini kurawat dengan penuh kasih dan sayang
yang niat diriku
untuk terbang bersamamu, tapi sudah lumpuh dengan seketika

Tidak ada komentar:
Posting Komentar