Minggu, 19 Februari 2012

DIRIKU DIRIMU DAN ORANGTUAMU

Pagi yang begitu cerah,
tanpa awan hitam yang mengelimuti langit biru,
ku buka jendela kamarku dan ku lihat sang suriya tersenyum di pagi hari
membuat diri ini senang melihatnya,
burung-burung  berkicau dan bernyanyi,
mereka terbang dan meniggalkan sarangnya dengan senang hati
untuk mencari rizki dimuka bumi
mereka berharap akan mendapatkan rezki yang banyak dari hari sebelumnya.

Dipagi itu pula hapeku berdering bertanda panggilan masuk dihapeku,,
kuangkat hapeku dan kulihat dilayar hape ifah yang menelpon,
dia menceritakan padaku tentang rencananya
untuk pulang konsultasi skripsi di KOTA pada Masa KKN belum selesai
tapi sebelum itu dia minta izin sama mama’nya
tapi mamanya tidak mengizinkanya untuk pulang
karena alasan mama’nya takut anaknya terjadi sesuatu ketika bersama diriku,
karna mamanya sudah tahu bahwa saya tinggal berdekatan dengan kampus
tapi dia tetap pulang walaupun iy harus berbohong tidak jadi pulang pada mamanya
dia bercerita sambil menangis atas semua itu.

Pada saat saat itu diriku hanya bisa menyuruhnya untuk berhenti menangis
Dan saya berkata “sudahlah dek hapuslah air matamu, k2 tahu, bahwa arangtuamu
Tidak senang ketika saya hadir ditengah mereka dan hidup bersamamu,
dan turutilah kehendak orangtuamu, itu semua demi kebaikan orangtua dan dirimu,
orangtuamu beranggapan saya tidak punya penghasilan yang mencukupi kebutuhanmu,
dan membuat kamu bahagia, karna diriku sadar bahwa diriku masih berstatus mahasiswa
untuk mencukupi kebutuhanku sendiri aku harus berhutang di warung kecil
sambil menunggu kiriman dari kampung yang belum pasti kapan itu akan tiba
saya sudah bilang dari awal bahwa saya hanyalah anak seorang petani,
yang serba kekurangan, tapi kamu tidak peduli dengan semua itu

Dan saya sempat membawa kamu ditempat kediamanku,
di sebuah rumah KOS yang bertempat dipinggir KOTA MAKASSAR agar engkau tahu
bagaimana kondisi tempat tinggalku saat ini yang berukuran PAS FOTO
yang didalamnya dihinggapi dengan beberapa kecuak, ya…sungguh memprihatinkan
berbeda dengan kamu yang warga asli pribumi yang memiliki kehidupan yang berkecukupan
kiriman yang sudah pasti dan terukur dengan kebutuhan setiap bulan
tapi kamu tetap mencintai diriku, dan beginilah akhirnya
dan apa yang kutakutkan terhadap orangtuamu tidak akan setuju dengan hubungan ini
ternyata terjadi pada diriku saat ini, tapi kenapa semua ini harus terjadi
ketika sayap cintaku terhempang dan ingin terbang membumbung tinggi diangkasa,
sayap yang selama ini kurawat dengan penuh kasih dan sayang
yang niat diriku untuk terbang bersamamu, tapi sudah lumpuh dengan seketika


Tidak ada komentar:

Posting Komentar