Denting denting yang
berbunyi
dari dinding kamarku
sadarkan diriku dari
lamunan panjang
tak terasa malam kini
semakin larut
ku masih terjaga
sayang kau di mana aku
ingin bersama
aku butuh semua untuk
tepiskan rindu
mungkinkah kau di sana
merasa yang sama
seperti diriku di malam
ini
rintik gerimis
mengundang
kekasih di malam
Biduk di langit masih kering tertawa
melihat
aku yang tetap bercumbu dengan khayal
menari
kata dalam balutan puisi
membingkaikan
rasa dalam bait
puisi
adalah aku
aku
bercinta dengan kata
dan
merangkai menjadi satu kenangan indah
dekapan
kalimat panjang membuai mesra diriku
kutemukan
ada detak lemah setia
Cinta memanggilku
Segera kuberlari
meghampiri
Meski harus kutempuh
jalan berbatu dan
berliku
Kan kuserahklan diri
kedalam rangkulan
sayap2nya
Sekalipun duri2 yg
bersemayam dibalik sayapnya
akan melukaiku
Ku bisikan cinta
Mungkin cinta kan
membawaku
terbang tinggi ke
kumpulan bintang2
Namun dia juga akan
mencabik2
Satu nafas terhembus adalah kata
Satu nafas terhembus adalah kata
Angan, debur, dan emosi
tercampur
Dalam jubah
terpautanTangan kita terikat...
bibir kita menyatu
Maka setiap apa yang
terucap
Adalah sabda pandita
ratu
Di luar itu pasirDi luar
itu debu
Hanya pasir meniup saja
lalu hilang
Terbang tak ada
Tapi kita tetap menari
Tarian cuma kita yang
tahu
Jiwa ini adalah
tanduDuduk saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar