Aku datang dengan sebuah bunga kering
di dalam bukuku. Ini adalah bunga mawar yang pernah kau berikan padaku. Aku
hampir melupakanmu, tetapi seperti biasa, hal kecil yang mengingatkanku padamu
merasuk dalam hidupku.
Apakah aku akan bisa melupakanmu
selamanya? “Tidak akan pernah!” jiwaku menangis. Kamu sudah menjadi bagian
diriku. Tidak perduli betapa keras aku coba tuk melupakanmu, kamu selalu hadir
bagaikan sihir yang menghantui mimpiku.
Aku masih tidak mengerti apa yang
terjadi. Aku tidak tahu kenapa kamu pergi. Aku pikir aku mengenalmu. Nyatakah
cinta yang pernah kita bagi, ataukah itu semua cuma khayalanku saja? Mengapa
kata-kataku tidak sampai kepadamu?
Saya pikir, kadang, sayalah yang
membuatmu. Kamu hanyalah bagian dari khayalanku, tetapi kemudian saya temukan
bagian dari dirimu yang membuktikan kita pernah hidup bersama. Bagaimanapun Aku
telah kehilanganmu…
Kau bawa juwaku ketika kau pergi. Aku
masih mencoba mencari diantara debu dan kenanganmu…
Sayangku,
Tahukah kamu ada saat dimana aku
takut akan petir? Ataukah sadarkah kamu jika aku menggigil ketika angin dingin
berhembus? Lalu gelapnya malam akan membuatku takut - semua itu karena aku tak
tahu perasaanmu padaku.
Sekarang aku habiskan hariku dengan
hangatnya cintamu. Malamku bukan lagi malam yang menakutkan, tetapi malam yang
penuh kenikmatan di balik pelukanmu. Senyummu menghilangkan semua rasa takutku
dan hatiku merasa aman dibalik jiwamu.
Iba rasanya bagi yang tidak tahu
rasanya merindu. Begitu sedihnya jika tidak tahu rasanya berbagi cinta. Aku
tahu cinta sejati adalah anugerah yang jarang bisa didapatkan. Aku berada di
antara orang yang beruntung karena kamu memberikanku anugerah yang tak
ternilai. Tidak ada orang lain yang lebih berarti bagiku selain kamu.
Sayang…,
Aku tahu wajahmu dari hati.
Bayanganmu terpatri di pikiranku. Kamu adalah bagian terdalam dari jiwaku.
Aku tidak berfikir bahwa aku tipe
yang mudah jatuh cinta. Selama ini belum pernah ada yang menghentak hatiku. Aku
merasa saat ini aku tidak bisa sehari saja tanpamu. Bagaimana kamu bisa
membuatku seperti ini? Bagaimana bisa kamu menjadi bagian hatiku begitu cepat?
Yang aku butuhkan hanyalah kamu. Kamu
adalah detak jantungku, nadi yang membuatku tetap hidup. Kamu menjadi
penyelamatku bahkan sebelum aku sadar aku perlu pertolongan. Kamu segalanya
bagiku, terlalu banyak bila disebutkan dalam satu surat. Biarkan ini menjadi
awal dari surat cinta seumur hidup.
Ku harap aku bisa menjadi segalanya
buatmu, sekarang dan selamanya.
Selamanya cinta,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar